Metro (12/07) — Dalam rangkaian pembukaan Festival Anak Sholeh (FAS) 2025, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan orasi inspiratif yang menggugah kesadaran pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Bertempat di halaman Pondok Pesantren Khoirul Huda Kota Metro, kegiatan ini mengangkat tema besar: “Regenerasi Bukan Ditemukan, Tapi Diciptakan.”
FAS 2025 diselenggarakan oleh DPD LDII Kota Metro dan diikuti oleh sekitar 750 peserta anak usia TPA dan SD dari TPA di bawah naungan LDII Kota Metro dan sekitarnya. Dalam pidatonya, Bambang menggarisbawahi pentingnya teladan orang tua dalam membentuk kepribadian anak.
“Kita tidak bisa berharap anak sholeh muncul tiba-tiba. Orang tua harus jadi contoh, memberikan kebiasaan yang baik, dan menegakkan disiplin yang mendidik,” ujar beliau.
Beliau juga menyitir bahwa pembentukan generasi Qurani adalah investasi jangka panjang dalam membangun bangsa. Apalagi, dalam konteks Kota Metro yang sedang membangun visi “Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius,” maka pembinaan generasi sholeh adalah fondasi pentingnya.

DPD LDII Kota Metro telah memfasilitasi wadah TPA di berbagai wilayah, dan melalui FAS ini mereka ingin mengaktualisasikan nilai-nilai Islam secara menyenangkan dan kompetitif. Ketua DPD LDII Kota Metro, H. Muhadi, menyatakan bahwa pendidikan berbasis agama dan akhlak menjadi fokus utama dalam mendidik anak-anak.
Selain berbagai lomba keagamaan, kegiatan ini mempererat silaturahmi antar keluarga santri dan masyarakat sekitar. Banyak wali murid hadir dan menyaksikan penampilan buah hati mereka. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan keagamaan sejak dini.
FAS 2025 semakin semarak dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, termasuk unsur Forkopimda dan pejabat dari berbagai instansi, menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter.
Dengan penutupan doa oleh Kepala KUA Metro Timur, kegiatan ini diharapkan melahirkan semangat baru untuk terus menciptakan generasi Qurani yang cerdas, religius, dan berbudaya. (RD_)
