Ketum LDII Paparkan Strategi Kebangsaan: Jadikan Nilai Luhur sebagai Jangkar di Tengah Turbulensi Global

BANDAR LAMPUNG – Ketua Umum DPP LDII, H. Dody Taufiq Wijaya, menyampaikan orasi kebangsaan yang krusial dalam acara Silaturahmi Kebangsaan DPW LDII Provinsi Lampung, Kamis (14/5/2026). Dalam materi yang dipaparkannya, ia menekankan bahwa Indonesia saat ini sedang berada di “Persimpangan Sejarah” yang penuh dengan tantangan turbulensi global.

Menghadapi Tantangan Zaman yang Tidak Biasa

Dody Taufiq Wijaya menjelaskan bahwa dunia saat ini bergerak dalam pusaran ketidakpastian yang kompleks, mulai dari konflik geopolitik, tekanan ekonomi, hingga fragmentasi sosial. Ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimiliki bangsa ini, tetapi oleh bagaimana seluruh elemen merespons tantangan tersebut dengan nilai-nilai persatuan dan kesatuan.

Pancasila sebagai Jangkar Peradaban

Dalam materinya yang bertajuk “Nilai Kebangsaan sebagai Jangkar Peradaban”, Ketum LDII menyoroti pentingnya fondasi nilai bersama. Ia mengingatkan adanya jarak antara nilai ideal (Das Sollen) dan realitas sosial (Das Sein), di mana polarisasi dan konflik identitas masih sering muncul meski bangsa ini menjunjung tinggi persatuan.

“Kekuatan bangsa tidak ditentukan oleh ekonomi atau militer semata, tetapi oleh fondasi nilai bersama: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945,” tegasnya dalam slide materi tersebut.

Ukhuwah: Energi Sosial Pemersatu

Sebagai solusi atas polarisasi, ia menawarkan konsep Ukhuwah sebagai energi sosial bangsa. Konsep ini mencakup tiga pilar utama:

  • Ukhuwah Islamiyah: Solidaritas internal umat Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
  • Ukhuwah Wathaniyah: Persaudaraan dalam bingkai kebangsaan yang melampaui sekat agama, suku, dan golongan.
  • Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah: Persaudaraan kemanusiaan universal demi keadilan dan perdamaian global.

LDII sebagai Agen Transformasi dan Penjaga Harmoni

Lebih lanjut, H. Dody Taufiq Wijaya menegaskan peran strategis LDII sebagai organisasi keagamaan yang bekerja secara sistemik di seluruh Indonesia. LDII diposisikan sebagai agen transformasi sosial yang fokus pada pembangunan karakter bangsa, penguatan moralitas publik, dan penjaga harmoni sosial melalui nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.

Catatan Kritis Menuju Indonesia Emas 2045

Menutup paparannya, Ketum LDII memberikan pengingat keras mengenai visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, cita-cita tersebut tidak akan terwujud secara otomatis dan berisiko menjadi “Ilusi Sejarah” jika bangsa Indonesia gagal membangun manusia yang berkarakter serta gagal mengelola keberagaman sebagai kekuatan.

“Indonesia Emas akan menjadi realitas peradaban apabila kemajuan material berjalan seiring dengan kematangan moral dan kohesi sosial yang kuat,” pungkasnya sebagaimana tertera dalam materi penutup presentasi tersebut.

Agenda yang digelar di Aula Kantor DPW LDII Lampung ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan narasumber dari berbagai instansi strategis guna menyatukan visi Lampung yang rukun, damai, dan sejahtera.